<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>NuGiE Go NgeBloG &#187; Filosofi</title>
	<atom:link href="http://www.nugie.web.id/tag/filosofi/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.nugie.web.id</link>
	<description>Informasi Bisnis dan Internet</description>
	<lastBuildDate>Mon, 14 Nov 2011 15:25:43 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.2.1</generator>
		<item>
		<title>Delapan Kado Indah</title>
		<link>http://www.nugie.web.id/2010/07/delapan-kado-indah-2.html</link>
		<comments>http://www.nugie.web.id/2010/07/delapan-kado-indah-2.html#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 23 Jul 2010 11:57:29 +0000</pubDate>
		<dc:creator>nugie</dc:creator>
				<category><![CDATA[Information]]></category>
		<category><![CDATA[Cinta]]></category>
		<category><![CDATA[Filosofi]]></category>
		<category><![CDATA[Psikologi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.nugie.web.id/?p=546</guid>
		<description><![CDATA[Delapan macam kado ini adalah hadiah teridah dan tak ternilai bagi orang – orang yang Anda sayangi. Kehadiran Kehadiran orang yang dikasihi rasanya adalah kado yang tak ternilai harganya. Memang kita bisa juga hadir dihadapannya lewat surat, telephon, ataupun foto. Namun dengan berada di sampingnya, Anda dan dia dapat berbagi perasaan, perhatian dan kasih sayang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Delapan macam kado ini adalah hadiah teridah dan tak ternilai bagi orang – orang yang Anda sayangi.</p>
<p><strong>Kehadiran</strong></p>
<p>Kehadiran orang yang dikasihi rasanya adalah kado yang tak ternilai harganya. Memang kita bisa juga hadir dihadapannya lewat surat, telephon, ataupun foto. Namun dengan berada di sampingnya, Anda dan dia dapat berbagi perasaan, perhatian dan kasih sayang secara lebih utuh dan intensif. Jadikan kehadiran Anda sebagai pembawa kebagiaan.</p>
<p><strong>Mendengar</strong></p>
<p>Sedikit orang yang mampu memberikan kado ini. Sebab, kebanyakan orang lebih suka didengarkan, ketimbang mendengarkan. Dengan mencurahkan perhatian pada segala ucapannya, secara tak langsung kita juga telah menumbuhkan kesabaran dan kerendahan hati. Untuk bisa mendengan dengan baik, pastikan Anda dalam keadaan betul – betul relaks dan bisa menangkap utuh apa yang disampaikan. Tatap wajahnya. Tidak perlu menyela, mengkritik, apalagi menghakimi. Biarkan ia menuntaskannya, ini memudahkan Anda memberikan tanggapan yang tepat setelah itu. Tidak harus berupa diskusi atau penilaian. Sekerdar ucapan terima kasih pun akan terdengar manis baginya.<span id="more-546"></span></p>
<p><strong>Diam</strong></p>
<p>Seperti kata – kata, di dalam diam juga ada kekuatan. Diam bisa dipakai untuk menghukup, mengusir, atau membingungkan orang. Tapi lebih dari segalanya, Diam juga bisa menunjukkan  kecintaan kita pada seseorang karena memberinya “ruang”. Terlebih jika sehari – hari kita sudah terbiasa gemar menasehati, mengatur, mengkritik bahkan mengomel.</p>
<p><strong>Kebebasan</strong></p>
<p>Mencintai seseorang bukan berarti memberi kita hak penuh untuk memiliki atau mengatur kehidupan orang bersangkutan. Bisakah kita mengaku mencintai seseorang jika kita selalu mengekangnya? Memberi kebebasan adalah salah satu perwujudan cinta. Makna kebebasan bukanlah “Kau bebas berbuat semaumu”. Lebih dalam dari itu, memberi kebebasan adalah memberinya kepercayaan penuh untuk bertanggung jawab atas segala hal yang ia putuskan atau lakukan.</p>
<p><strong>Keindahan</strong></p>
<p>Siapa yang tidak bahagia, jika orang yang disayangi tiba – tiba tampil lebih ganteng atau cantik ? tampil indah dan rupawan juga merupakan sebuah kado yang indah. Selain keindahan penampilan pribadi, Anda pun bisa menghadiahkan keindahan suasana di rumah. Vas dan bunga segar cantik di ruang keluarga atau meja makan yang tertata indah, misalnya.</p>
<p><strong>Tanggapan Positif</strong></p>
<p>Tanpa sadar, sering kita memberikan penilaian negatif terhadap pikiran, sikap atau tindakan orang yang kita sayangi. Seolah – olah tidak ada yang benar dari dirinya dan kebenaran mutlak hanya pada kita. Kali ini, coba hadiahkan tanggapan positif. Nyatakan dengan jelas dan tulus. Cobalah ingat, berapa kali dalam seminggu terakhir anda mengucapkan terima kasih atas segala hal yang dilakukannya demi Anda. Ingat – ingat pula, pernahkah Anda memuji. Kedua hal ini, ucapkan terima kasih dan pujian (dan juga permintaan maaf) adalah kado indah yang sering terlupakan.</p>
<p><strong>Kesediaan Mengalah</strong></p>
<p>Tidak semua masalah layak menjadi beban pertengkaran. Apalagi sampai menjadi pertengkaran yang hebat. Bila Anda memikirkan hal ini, berarti Anda siap memberikan kado “kesiapan mengalah”. Kesiapan untuk mengalah juga dapat melunturkan sakit hati dan mengajak kita menyadari bahwa tidak ada manusia yang sempurna di dunia ini.</p>
<p><strong>Senyuman</strong></p>
<p>Percaya atau tidak, kekuatan senyuman amat luar biasa. Senyumana, terlebih yang diberikan dengan tulus, bisa menjadi pencair hubungan yang beku, pemberi semangat dalam keputusasaan, pencerah suasana muram, bahkan obat penenang jiwa yang resah. Senyuman juga merupakan isyarat untuk membuka diri dengan dunia sekeliling kita. Kapan terakhir kali anda menghadiahkan senyuman manis pada orang yang Anda kasihi ?</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.nugie.web.id/2010/07/delapan-kado-indah-2.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Empat Isteri</title>
		<link>http://www.nugie.web.id/2009/04/empat-isteri.html</link>
		<comments>http://www.nugie.web.id/2009/04/empat-isteri.html#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 22 Apr 2009 08:45:50 +0000</pubDate>
		<dc:creator>nugie</dc:creator>
				<category><![CDATA[Renungan]]></category>
		<category><![CDATA[Filosofi]]></category>
		<category><![CDATA[Psikologi]]></category>
		<category><![CDATA[Religi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.nugie.web.id/?p=273</guid>
		<description><![CDATA[Suatu ketika, ada seorang pedagang kaya yang mempunyai 4 isteri. Dia mencintai isteri ke-4 dan menganugerahkan harta dan kesenangan, sebab ia yang tercantik di antara semua isterinya. Pria ini juga mencintai isterinya yang ke-3. Ia sangat bangga dengan sang isteri dan selalu berusaha untuk memperkenalkan wanita cantik ini kepada semua temannya. Namun ia juga selalu [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Suatu ketika, ada seorang pedagang kaya yang mempunyai 4 isteri. Dia mencintai isteri ke-4 dan menganugerahkan harta dan kesenangan, sebab ia yang tercantik di antara semua isterinya.</p>
<p>Pria ini juga mencintai isterinya yang ke-3. Ia sangat bangga dengan sang isteri dan selalu berusaha untuk memperkenalkan wanita cantik ini kepada semua temannya. Namun ia juga selalu kuatir kalau isterinya ini lari dengan pria lain. Begitu juga dengan isteri ke-2. Sang pedagang sangat menyukainya karena ia isteri yang sabar dan penuh pengertian.</p>
<p>Kapan pun pedagang mendapat masalah, ia selalu minta pertimbangan isteri ke-2nya ini, yang selalu menolong dan mendampingi sang suami melewati masa-masa sulit.</p>
<p>Sama halnya dengan isteri kedua. Isteri pertamanya adalah pasangan sangat setia dan selalu membawa perbaikan bagi kehidupan keluarganya. Wanita ini yang merawat dan mengatur semua kekayaan dan bisnis sang suami.<span id="more-273"></span></p>
<p>Akan tetapi, sang pedagang kurang mencintainya meski isteri pertama ini begitu sayang kepadanya. Suatu hari si pedagang sakit dan menyadari bahwa ia akan segera meninggal. Ia meresapi semua kehidupan indahnya dan berkata dalam hati. &#8220;Saat ini aku punya 4 isteri. Namun saat aku meninggal, aku akan sendiri. Betapa menyedihkan.&#8221;</p>
<p><strong>ISTERI KE-4 : NO   WAY</strong></p>
<p>Lalu pedagang itu memanggil semua isterinya dan bertanya kepada isteri ke-4nya. &#8220;Engkaulah yang paling kucintai, kuberikan kau gaun dan perhiasan indah. Nah sekarang aku akan mati. Maukah kamu mendampingi dan menemaniku?&#8221; ia terdiam&#8230; tentu saja tidak! Jawab isteri ke-4 dan pergi begitu saja tanpa berkata apa² lagi. Jawaban ini sangat menyakitkan hati. Seakan² ada pisau terhunus dan mengiris-iris hatinya.</p>
<p><strong>ISTERI KE-3 : MENIKAH LAGI</strong></p>
<p>Pedagang itu sedih lalu bertanya pada isteri ke-3. &#8220;Aku pun mencintaimu sepenuh hati dan saat ini hidupku akan berakhir. Maukah kamu ikut denganku dan menemani akhir hayatku?&#8221; isterinya menjawab, &#8220;hidup begitu indah di sini, aku akan menikah lagi jika kau mati&#8221;. Bagai disambar petir di siang bolong, sang pedagang sangat terpukul dengan jawaban tersebut. Badannya terasa demam.</p>
<p><strong>ISTERI KE-2 : SAMPAI LIANG KUBUR</strong></p>
<p>Kemudian ia memanggil isteri ke-2. &#8220;Aku selalu berpaling kepadamu setiap kali aku mendapat masalah dan kau selalu membantuku sepenuh hati. Kini aku butuh sekali bantuanmu. Kalau aku mati, maukah engkau mendampingiku?&#8221; jawab isteri, &#8220;Maafkan aku kali ini aku tak bisa menolong. Aku hanya bisa mengantarmu hingga ke liang kubur. Nanti akan kubuatkan makam yang indah untukmu.&#8221;</p>
<p><strong>ISTERI KE-1 : SETIA BERSAMA SUAMI</strong></p>
<p>Pedagang ini merasa putus asa. Dalam kondiri kecewa itu, tiba² terdengar suara, &#8220;Aku akan tinggal bersamamu dan menemanimu kemana pun kau pergi.</p>
<p>Aku tak akan meninggalkanmu, aku akan setia bersamamu. Pria itu lalu menoleh ke samping, dan mendapati isteri pertamanya di sana. Ia tampak begitu kurus. Badannya seperti orang kelaparan. Merasa menyesal, sang pedagang lalu bergumam, &#8220;Kalau saja aku bisa merawatmu lebih baik saat aku mampu, tak akan kubiarkan engkau kurus seperti ini, isteriku.&#8221;</p>
<p><span style="text-decoration: underline;"><strong>HIDUP KITA DIWARNAI 4 ISTERI</strong></span></p>
<p>Sesungguhnya, kita punya 4 isteri dalam hidup ini.</p>
<p><strong>Isteri ke-4 adalah TUBUH kita</strong></p>
<p>Seberapa banyak waktu dan biaya yang kita keluarkan untuk tubuh kita supaya tampak indah dan gagah. Semua ini akan hilang dalam suatu saat batas waktu dan ruang. Tak ada keindahan dan kegagahan yang tersisa saat kita menghadap kepada-Nya.</p>
<p><strong>Isteri ke-3, STATUS SOSIAL DAN KEKAYAAN</strong></p>
<p>Saat kita meninggal, semua akan pergi kepada yang lain. Mereka akan berpindah dan melupakan kita pernah memilikinya. Sebesar apapun kedudukan kita dalam masyarakat dan sebanyak apapun harta kita, semua itu akan berpindah tangan dalam waktu sekejab ketika kita tiada.</p>
<p><strong>Sedangkan isteri ke-2, yakni KERABAT DAN TEMAN.</strong></p>
<p>Seberapa pun dekat hubungan kita dengan mereka, kita tak akan bisa terus bersama mereka. Hanya sampai liang kuburlah mereka menemani kita.</p>
<p><strong>Dan sesungguhnya isteri pertama kita adalah JIWA DAN AMAL KITA.</strong></p>
<p>Sebenarnya hanya jiwa dan amal kita sajalah yang mampu untuk terus setia mendampingi kemana pun kita melangkah. Hanya amallah yang mampu menolong kita di akhirat kelak.</p>
<p>Jadi selagi mampu, perlakukanlah jiwa kita dengan bijak serta jangan pernah malu untuk bebbuat amal, memberikan pertolongan kepada sesame yang membutuhkan. Betapa pun kecilnya bantuan kita, pemberian kita menjadi sangat berarti bagi mereka yang memerlukannya.</p>
<p>Mari kita belajar memperlakukan jiwa dan amal kita dengan bijak.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.nugie.web.id/2009/04/empat-isteri.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Berdoa untuk Kekuatan</title>
		<link>http://www.nugie.web.id/2009/04/berdoa-untuk-kekuatan.html</link>
		<comments>http://www.nugie.web.id/2009/04/berdoa-untuk-kekuatan.html#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 21 Apr 2009 06:20:53 +0000</pubDate>
		<dc:creator>nugie</dc:creator>
				<category><![CDATA[Renungan]]></category>
		<category><![CDATA[Bedoa]]></category>
		<category><![CDATA[Filosofi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://rawapening.info/?p=7</guid>
		<description><![CDATA[Sari, tidaklah bermohon pada Tuhan untuk menang dalam setiap ujian. Sari, tak memohon Tuhan untuk meluluskan dan mengatur setiap hasil yang ingin diraihnya. Gadis itu juga tak meminta Tuhan mengabulkan semua harapannya. Ia tak berdoa untuk menang, dan menyakiti yang lainnya. Namun Sari, bermohon pada Tuhan, agar diberikan kekuatan saat menghadapi itu semua. Ia berdoa, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sari, tidaklah bermohon pada Tuhan untuk menang dalam setiap ujian. Sari, tak memohon Tuhan untuk meluluskan dan mengatur setiap hasil yang ingin diraihnya. Gadis itu juga tak meminta Tuhan mengabulkan semua harapannya. Ia tak berdoa untuk menang, dan menyakiti yang lainnya. Namun Sari, bermohon pada Tuhan, agar diberikan kekuatan saat menghadapi itu semua. Ia berdoa, agar diberikan kemuliaan, dan mau menyadari kekurangan dengan rasa bangga.</p>
<p>Mungkin telah banyak waktu yang kita lakukan untuk berdoa pada Tuhan untuk mengabulkan setiap permintaan kita. Terlalu sering juga kita meminta Tuhan intuk menjadikan kita nomor satu, menjadi yang terbaik, menjadi pemenang dalam setiap ujian. Terlalu sering kita berdoa pada Tuhan, untuk menghalau setiap halangan dan cobaan yang ada di depan mata. Padahal, bukankah yang kita butuh adalah bimbingan-Nya, tuntunan-Nya, dan panduan-Nya?</p>
<p>Kita sering terlalu lemah untuk percaya bahwa kita kuat. Kita sering lupa, dan kita sering merasa cengeng dengan kehidupan ini. Tak adakah semangat perjuangan yang mau kita lalui? Saya yakin Tuhan memberikan kita ujian yang berat, bukan untuk membuat kita lemah, cengeng dan mudah menyerah. Sesungguhnya, Tuhan sedang menguji setiap hamba-Nya yang shaleh. (Irfan)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.nugie.web.id/2009/04/berdoa-untuk-kekuatan.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Bersyukurlah Pada Apa Saja</title>
		<link>http://www.nugie.web.id/2009/04/bersyukurlah-pada-apa-saja.html</link>
		<comments>http://www.nugie.web.id/2009/04/bersyukurlah-pada-apa-saja.html#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 21 Apr 2009 06:16:36 +0000</pubDate>
		<dc:creator>nugie</dc:creator>
				<category><![CDATA[Renungan]]></category>
		<category><![CDATA[Filosofi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://rawapening.info/?p=3</guid>
		<description><![CDATA[Anda wajib mensyukuri apa pun yang menimpa anda. Ini bukan masalah keberuntungan. Bersyukur menuntun anda untuk senantiasa menyingkirkan sisi negative dari hidup. Orang lain mungkin mengatakan bahwa anda tidak realistis. Namun, sebenarnya sikap anda jauh lebih realistis, yaitu membebaskan diri anda dari kecemasan atas kesalahan. Bersyukur mendorong anda untuk bergerak maju dengan penih antusias. Tak [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Anda wajib mensyukuri apa pun yang menimpa anda. Ini bukan masalah keberuntungan. Bersyukur menuntun anda untuk senantiasa menyingkirkan sisi negative dari hidup. Orang lain mungkin mengatakan bahwa anda tidak realistis. Namun, sebenarnya sikap anda jauh lebih realistis, yaitu membebaskan diri anda dari kecemasan atas kesalahan.</p>
<p>Bersyukur mendorong anda untuk bergerak maju dengan penih antusias. Tak ada yang meringankan hidup anda selain sikap bersyukur. Semakin banyak anda bersyukur semakin banyak anda menerima. Semakin banyak anda mengingkari, semakin berat beban yang anda jejalkan pada diri anda. Kebanyakan orang lebih terpaku pada kegagalan lalu mengingkarinya. Sedikit sekali yang melihat pada keberhasilan lalu mensyukuri. Karena, anda takkan pernah berhasil dengan menggerutu dan berkeluh kesah. Anda berhasil karena berusaha. Sedangkan usaha anda lakukan karena anda melihat sisi positif. Hanya dengan bersyukurlah sisi positif itu tampak di pandangan anda.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.nugie.web.id/2009/04/bersyukurlah-pada-apa-saja.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

