<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>NuGiE Go NgeBloG &#187; Renungan</title>
	<atom:link href="http://www.nugie.web.id/tag/renungan/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.nugie.web.id</link>
	<description>Informasi Bisnis dan Internet</description>
	<lastBuildDate>Mon, 14 Nov 2011 15:25:43 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.2.1</generator>
		<item>
		<title>Kisah Air Asin Dan Air Tawar – Sungai Dalam Laut</title>
		<link>http://www.nugie.web.id/2010/06/kisah-air-asin-dan-air-tawar-%e2%80%93-sungai-dalam-laut.html</link>
		<comments>http://www.nugie.web.id/2010/06/kisah-air-asin-dan-air-tawar-%e2%80%93-sungai-dalam-laut.html#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 07 Jun 2010 02:02:55 +0000</pubDate>
		<dc:creator>nugie</dc:creator>
				<category><![CDATA[Renungan]]></category>
		<category><![CDATA[Informasi]]></category>
		<category><![CDATA[Religius]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.nugie.web.id/?p=497</guid>
		<description><![CDATA[“Dan Dialah yang membiarkan dua laut mengalir (berdampingan) ; yang ini tawar lagi segar dan yang lain masin lagi pahit; dan Dia jadikan antara keduanya dinding dan batas yang menghalangi.” (Q.S Al Furqan:53) Jika Anda termasuk orang yang gemar menonton rancangan TV `Discovery’ pasti kenal Mr.Jacques Yves Costeau, ia seorang ahli oceanografer dan ahli selam [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>“Dan Dialah yang membiarkan dua laut mengalir (berdampingan) ; yang ini tawar lagi segar dan yang lain masin lagi pahit; dan Dia jadikan antara keduanya dinding dan batas yang menghalangi.” (Q.S Al Furqan:53)</p>
<p>Jika Anda termasuk orang yang gemar menonton rancangan TV `Discovery’ pasti kenal Mr.Jacques Yves Costeau, ia seorang ahli oceanografer dan ahli selam terkemuka dari Perancis. Orang tua yang berambut putih ini sepanjang hidupnya menyelam ke perbagai dasar samudera di seantero dunia dan membuat filem dokumentari tentang keindahan alam dasar laut untuk ditonton di seluruh dunia.</p>
<p>Pada suatu hari ketika sedang melakukan eksplorasi di bawah laut, tiba-tiba ia menemui beberapa kumpulan mata air tawar-segar yang sangat sedap rasanya kerana tidak bercampur/tidak melebur dengan air laut yang masin di sekelilingnya, seolah-olah ada dinding atau membran yang membatasi keduanya.</p>
<p>Fenomena ganjil itu memeningkan Mr. Costeau dan mendorongnya untuk mencari penyebab terpisahnya air tawar dari air masin di tengah-tengah lautan. Ia mulai berfikir, jangan-jangan itu hanya halusinansi atau khalayan sewaktu menyelam. Waktu pun terus berlalu setelah kejadian tersebut, namun ia tak kunjung mendapatkan jawapan yang memuaskan tentang fenomena ganjil tersebut.</p>
<p>Sampai pada suatu hari ia bertemu dengan seorang profesor muslim, kemudian ia pun menceritakan fenomena ganjil itu. Profesor itu teringat pada ayat Al Quran tentang bertemunya dua lautan ( surat Ar-Rahman ayat 19-20) yang sering diidentikkan dengan Terusan Suez . Ayat itu berbunyi “Marajal bahraini yaltaqiyaan, bainahumaa barzakhun laa yabghiyaan.. ..”Artinya: “Dia biarkan dua lautan bertemu, di antara keduanya ada batas yang tidak boleh ditembus.” Kemudian dibacakan surat Al Furqan ayat 53 di atas.<span id="more-497"></span></p>
<p>Selain itu, dalam beberapa kitab tafsir, ayat tentang bertemunya dua lautan tapi tak bercampur airnya diertikan sebagai lokasi muara sungai, di mana terjadi pertemuan antara air tawar dari sungai dan air masin dari laut. Namun tafsir itu tidak menjelaskan ayat berikutnya dari surat Ar-Rahman ayat 22 yang berbunyi “Yakhruju minhuma lu’lu`u wal marjaan”<br />
ertinya “Keluar dari keduanya mutiara dan marjan.” Padahal di muara sungai tidak<br />
ditemukan mutiara.</p>
<p>Terpesonalah Mr. Costeau mendengar ayat-ayat Al Qur’an itu, melebihi kekagumannya melihat keajaiban pemandangan yang pernah dilihatnya di lautan yang dalam. Al Qur’an ini mustahil disusun oleh Muhammad yang hidup di abad ke tujuh, suatu zaman saat belum ada peralatan selam yang canggih untuk mencapai lokasi yang jauh terpencil di kedalaman samudera. Benar-benar suatu mukjizat, berita tentang fenomena ganjil 14 abad yang<br />
silam akhirnya terbukti pada abad 20. Mr. Costeau pun berkata bahawa Al Qur’an<br />
memang sesungguhnya kitab suci yang berisi firman Allah, yang seluruh kandungannyamutlak benar. Dengan seketika dia pun memeluk Islam.</p>
<p>Allahu Akbar…! Mr. Costeau mendapat hidayah melalui fenomena teknologi kelautan. Maha Benar Allah yang Maha Agung. Shadaqallahu Al `Azhim.Rasulullah s.a.w. bersabda: “Sesungguhnya hati manusia akan berkarat sebagaimana besi yang dikaratkan oleh air.” Bila seorang bertanya, “Apakah caranya untuk menjadikan hati-hati ini bersih<br />
kembali?” Rasulullah s.a.w. bersabda, “Selalulah ingat mati dan membaca Al Quran.”</p>
<p>Jika anda seorang penyelam, maka anda harus mengunjungi Cenote Angelita , Mexico . Disana ada sebuah gua. Jika anda menyelam sampai kedalaman 30 meter, airnya air segar (tawar), namun jika anda menyelam sampai kedalaman lebih dari 60 meter, airnya menjadi air asin, lalu anda dapat melihat sebuah “sungai” di dasarnya, lengkap dengan pohon dan daun daunan.</p>
<p style="text-align: center;"><img class="aligncenter" src="http://xa.yimg.com/kq/groups/18962630/sn/906368692/name/image004.jpg" alt="" width="479" height="319" /><br />
<img class="aligncenter" src="http://xa.yimg.com/kq/groups/18962630/sn/1034565463/name/Fimage003.jpg" alt="" width="479" height="319" /><br />
<img class="aligncenter" src="http://xa.yimg.com/kq/groups/18962630/sn/1772580889/name/image005.jpg" alt="" width="349" height="479" /><br />
<img class="aligncenter" src="http://xa.yimg.com/kq/groups/18962630/sn/1753387961/name/image002.jpg" alt="" /><br />
<img class="aligncenter" src="http://xa.yimg.com/kq/groups/18962630/sn/1245826806/name/image001.jpg" alt="" width="479" height="319" /></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.nugie.web.id/2010/06/kisah-air-asin-dan-air-tawar-%e2%80%93-sungai-dalam-laut.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Empat Isteri</title>
		<link>http://www.nugie.web.id/2009/04/empat-isteri.html</link>
		<comments>http://www.nugie.web.id/2009/04/empat-isteri.html#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 22 Apr 2009 08:45:50 +0000</pubDate>
		<dc:creator>nugie</dc:creator>
				<category><![CDATA[Renungan]]></category>
		<category><![CDATA[Filosofi]]></category>
		<category><![CDATA[Psikologi]]></category>
		<category><![CDATA[Religi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.nugie.web.id/?p=273</guid>
		<description><![CDATA[Suatu ketika, ada seorang pedagang kaya yang mempunyai 4 isteri. Dia mencintai isteri ke-4 dan menganugerahkan harta dan kesenangan, sebab ia yang tercantik di antara semua isterinya. Pria ini juga mencintai isterinya yang ke-3. Ia sangat bangga dengan sang isteri dan selalu berusaha untuk memperkenalkan wanita cantik ini kepada semua temannya. Namun ia juga selalu [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Suatu ketika, ada seorang pedagang kaya yang mempunyai 4 isteri. Dia mencintai isteri ke-4 dan menganugerahkan harta dan kesenangan, sebab ia yang tercantik di antara semua isterinya.</p>
<p>Pria ini juga mencintai isterinya yang ke-3. Ia sangat bangga dengan sang isteri dan selalu berusaha untuk memperkenalkan wanita cantik ini kepada semua temannya. Namun ia juga selalu kuatir kalau isterinya ini lari dengan pria lain. Begitu juga dengan isteri ke-2. Sang pedagang sangat menyukainya karena ia isteri yang sabar dan penuh pengertian.</p>
<p>Kapan pun pedagang mendapat masalah, ia selalu minta pertimbangan isteri ke-2nya ini, yang selalu menolong dan mendampingi sang suami melewati masa-masa sulit.</p>
<p>Sama halnya dengan isteri kedua. Isteri pertamanya adalah pasangan sangat setia dan selalu membawa perbaikan bagi kehidupan keluarganya. Wanita ini yang merawat dan mengatur semua kekayaan dan bisnis sang suami.<span id="more-273"></span></p>
<p>Akan tetapi, sang pedagang kurang mencintainya meski isteri pertama ini begitu sayang kepadanya. Suatu hari si pedagang sakit dan menyadari bahwa ia akan segera meninggal. Ia meresapi semua kehidupan indahnya dan berkata dalam hati. &#8220;Saat ini aku punya 4 isteri. Namun saat aku meninggal, aku akan sendiri. Betapa menyedihkan.&#8221;</p>
<p><strong>ISTERI KE-4 : NO   WAY</strong></p>
<p>Lalu pedagang itu memanggil semua isterinya dan bertanya kepada isteri ke-4nya. &#8220;Engkaulah yang paling kucintai, kuberikan kau gaun dan perhiasan indah. Nah sekarang aku akan mati. Maukah kamu mendampingi dan menemaniku?&#8221; ia terdiam&#8230; tentu saja tidak! Jawab isteri ke-4 dan pergi begitu saja tanpa berkata apa² lagi. Jawaban ini sangat menyakitkan hati. Seakan² ada pisau terhunus dan mengiris-iris hatinya.</p>
<p><strong>ISTERI KE-3 : MENIKAH LAGI</strong></p>
<p>Pedagang itu sedih lalu bertanya pada isteri ke-3. &#8220;Aku pun mencintaimu sepenuh hati dan saat ini hidupku akan berakhir. Maukah kamu ikut denganku dan menemani akhir hayatku?&#8221; isterinya menjawab, &#8220;hidup begitu indah di sini, aku akan menikah lagi jika kau mati&#8221;. Bagai disambar petir di siang bolong, sang pedagang sangat terpukul dengan jawaban tersebut. Badannya terasa demam.</p>
<p><strong>ISTERI KE-2 : SAMPAI LIANG KUBUR</strong></p>
<p>Kemudian ia memanggil isteri ke-2. &#8220;Aku selalu berpaling kepadamu setiap kali aku mendapat masalah dan kau selalu membantuku sepenuh hati. Kini aku butuh sekali bantuanmu. Kalau aku mati, maukah engkau mendampingiku?&#8221; jawab isteri, &#8220;Maafkan aku kali ini aku tak bisa menolong. Aku hanya bisa mengantarmu hingga ke liang kubur. Nanti akan kubuatkan makam yang indah untukmu.&#8221;</p>
<p><strong>ISTERI KE-1 : SETIA BERSAMA SUAMI</strong></p>
<p>Pedagang ini merasa putus asa. Dalam kondiri kecewa itu, tiba² terdengar suara, &#8220;Aku akan tinggal bersamamu dan menemanimu kemana pun kau pergi.</p>
<p>Aku tak akan meninggalkanmu, aku akan setia bersamamu. Pria itu lalu menoleh ke samping, dan mendapati isteri pertamanya di sana. Ia tampak begitu kurus. Badannya seperti orang kelaparan. Merasa menyesal, sang pedagang lalu bergumam, &#8220;Kalau saja aku bisa merawatmu lebih baik saat aku mampu, tak akan kubiarkan engkau kurus seperti ini, isteriku.&#8221;</p>
<p><span style="text-decoration: underline;"><strong>HIDUP KITA DIWARNAI 4 ISTERI</strong></span></p>
<p>Sesungguhnya, kita punya 4 isteri dalam hidup ini.</p>
<p><strong>Isteri ke-4 adalah TUBUH kita</strong></p>
<p>Seberapa banyak waktu dan biaya yang kita keluarkan untuk tubuh kita supaya tampak indah dan gagah. Semua ini akan hilang dalam suatu saat batas waktu dan ruang. Tak ada keindahan dan kegagahan yang tersisa saat kita menghadap kepada-Nya.</p>
<p><strong>Isteri ke-3, STATUS SOSIAL DAN KEKAYAAN</strong></p>
<p>Saat kita meninggal, semua akan pergi kepada yang lain. Mereka akan berpindah dan melupakan kita pernah memilikinya. Sebesar apapun kedudukan kita dalam masyarakat dan sebanyak apapun harta kita, semua itu akan berpindah tangan dalam waktu sekejab ketika kita tiada.</p>
<p><strong>Sedangkan isteri ke-2, yakni KERABAT DAN TEMAN.</strong></p>
<p>Seberapa pun dekat hubungan kita dengan mereka, kita tak akan bisa terus bersama mereka. Hanya sampai liang kuburlah mereka menemani kita.</p>
<p><strong>Dan sesungguhnya isteri pertama kita adalah JIWA DAN AMAL KITA.</strong></p>
<p>Sebenarnya hanya jiwa dan amal kita sajalah yang mampu untuk terus setia mendampingi kemana pun kita melangkah. Hanya amallah yang mampu menolong kita di akhirat kelak.</p>
<p>Jadi selagi mampu, perlakukanlah jiwa kita dengan bijak serta jangan pernah malu untuk bebbuat amal, memberikan pertolongan kepada sesame yang membutuhkan. Betapa pun kecilnya bantuan kita, pemberian kita menjadi sangat berarti bagi mereka yang memerlukannya.</p>
<p>Mari kita belajar memperlakukan jiwa dan amal kita dengan bijak.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.nugie.web.id/2009/04/empat-isteri.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Berdoa untuk Kekuatan</title>
		<link>http://www.nugie.web.id/2009/04/berdoa-untuk-kekuatan.html</link>
		<comments>http://www.nugie.web.id/2009/04/berdoa-untuk-kekuatan.html#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 21 Apr 2009 06:20:53 +0000</pubDate>
		<dc:creator>nugie</dc:creator>
				<category><![CDATA[Renungan]]></category>
		<category><![CDATA[Bedoa]]></category>
		<category><![CDATA[Filosofi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://rawapening.info/?p=7</guid>
		<description><![CDATA[Sari, tidaklah bermohon pada Tuhan untuk menang dalam setiap ujian. Sari, tak memohon Tuhan untuk meluluskan dan mengatur setiap hasil yang ingin diraihnya. Gadis itu juga tak meminta Tuhan mengabulkan semua harapannya. Ia tak berdoa untuk menang, dan menyakiti yang lainnya. Namun Sari, bermohon pada Tuhan, agar diberikan kekuatan saat menghadapi itu semua. Ia berdoa, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sari, tidaklah bermohon pada Tuhan untuk menang dalam setiap ujian. Sari, tak memohon Tuhan untuk meluluskan dan mengatur setiap hasil yang ingin diraihnya. Gadis itu juga tak meminta Tuhan mengabulkan semua harapannya. Ia tak berdoa untuk menang, dan menyakiti yang lainnya. Namun Sari, bermohon pada Tuhan, agar diberikan kekuatan saat menghadapi itu semua. Ia berdoa, agar diberikan kemuliaan, dan mau menyadari kekurangan dengan rasa bangga.</p>
<p>Mungkin telah banyak waktu yang kita lakukan untuk berdoa pada Tuhan untuk mengabulkan setiap permintaan kita. Terlalu sering juga kita meminta Tuhan intuk menjadikan kita nomor satu, menjadi yang terbaik, menjadi pemenang dalam setiap ujian. Terlalu sering kita berdoa pada Tuhan, untuk menghalau setiap halangan dan cobaan yang ada di depan mata. Padahal, bukankah yang kita butuh adalah bimbingan-Nya, tuntunan-Nya, dan panduan-Nya?</p>
<p>Kita sering terlalu lemah untuk percaya bahwa kita kuat. Kita sering lupa, dan kita sering merasa cengeng dengan kehidupan ini. Tak adakah semangat perjuangan yang mau kita lalui? Saya yakin Tuhan memberikan kita ujian yang berat, bukan untuk membuat kita lemah, cengeng dan mudah menyerah. Sesungguhnya, Tuhan sedang menguji setiap hamba-Nya yang shaleh. (Irfan)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.nugie.web.id/2009/04/berdoa-untuk-kekuatan.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Temukan Cinta Anda</title>
		<link>http://www.nugie.web.id/2009/04/temukan-cinta-anda.html</link>
		<comments>http://www.nugie.web.id/2009/04/temukan-cinta-anda.html#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 21 Apr 2009 06:18:37 +0000</pubDate>
		<dc:creator>nugie</dc:creator>
				<category><![CDATA[Renungan]]></category>
		<category><![CDATA[Cinta]]></category>
		<category><![CDATA[Dunia Kerja]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://rawapening.info/?p=5</guid>
		<description><![CDATA[Bila anda tak mencintai pekerjaan anda, maka cintailah orang &#8211; orang yang bekerja di sana. Rasakan kegembiraan dari pertemanan itu. Dan, pekerjaan pun jadi menggembirakan. Bila anda tak bisa mencintai rekan &#8211; rekan kerja anda, maka cintailah suasana dan gedung kantor anda. Ini mendorong anda untuk bergairah berangkat kerja dan melakukan tugas &#8211; tugas dengan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Bila anda tak mencintai pekerjaan anda, maka cintailah orang &#8211; orang yang bekerja di sana. Rasakan kegembiraan dari pertemanan itu. Dan, pekerjaan pun jadi menggembirakan. Bila anda tak bisa mencintai rekan &#8211; rekan kerja anda, maka cintailah suasana dan gedung kantor anda. Ini mendorong anda untuk bergairah berangkat kerja dan melakukan tugas &#8211; tugas dengan lebih baik lagi. Bila toh anda juga tidak bisa melakukannya, cintai setiap pengalaman pulang pergi dari dan ke tempat kerja anda. Perjalanan yang menyenangkan menjadikan tujuan tampak menyenangkan juga. Namun, bila anda tak menemukan kesenangan di sana, maka cintai apa pun yang bisa anda cintai dari kerja anda : tanaman penghias meja, cicak di atas dinding, atau gumpalan awan dari balik jendela.</p>
<p>Apa saja. Bila anda tak menemukan yang bisa anda cintai dari pekerjaan anda, maka mengapa anda ada di situ? Tak ada alasan bagi anda untuk bertahan. Cepat pergi dan carilah apa yang anda cintai, lalu bekerjalah di sana. Hidup hanya sekali. Tak ada yang lebih indah selain melakukan dengan rasa cinta yang tulus.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.nugie.web.id/2009/04/temukan-cinta-anda.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Bersyukurlah Pada Apa Saja</title>
		<link>http://www.nugie.web.id/2009/04/bersyukurlah-pada-apa-saja.html</link>
		<comments>http://www.nugie.web.id/2009/04/bersyukurlah-pada-apa-saja.html#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 21 Apr 2009 06:16:36 +0000</pubDate>
		<dc:creator>nugie</dc:creator>
				<category><![CDATA[Renungan]]></category>
		<category><![CDATA[Filosofi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://rawapening.info/?p=3</guid>
		<description><![CDATA[Anda wajib mensyukuri apa pun yang menimpa anda. Ini bukan masalah keberuntungan. Bersyukur menuntun anda untuk senantiasa menyingkirkan sisi negative dari hidup. Orang lain mungkin mengatakan bahwa anda tidak realistis. Namun, sebenarnya sikap anda jauh lebih realistis, yaitu membebaskan diri anda dari kecemasan atas kesalahan. Bersyukur mendorong anda untuk bergerak maju dengan penih antusias. Tak [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Anda wajib mensyukuri apa pun yang menimpa anda. Ini bukan masalah keberuntungan. Bersyukur menuntun anda untuk senantiasa menyingkirkan sisi negative dari hidup. Orang lain mungkin mengatakan bahwa anda tidak realistis. Namun, sebenarnya sikap anda jauh lebih realistis, yaitu membebaskan diri anda dari kecemasan atas kesalahan.</p>
<p>Bersyukur mendorong anda untuk bergerak maju dengan penih antusias. Tak ada yang meringankan hidup anda selain sikap bersyukur. Semakin banyak anda bersyukur semakin banyak anda menerima. Semakin banyak anda mengingkari, semakin berat beban yang anda jejalkan pada diri anda. Kebanyakan orang lebih terpaku pada kegagalan lalu mengingkarinya. Sedikit sekali yang melihat pada keberhasilan lalu mensyukuri. Karena, anda takkan pernah berhasil dengan menggerutu dan berkeluh kesah. Anda berhasil karena berusaha. Sedangkan usaha anda lakukan karena anda melihat sisi positif. Hanya dengan bersyukurlah sisi positif itu tampak di pandangan anda.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.nugie.web.id/2009/04/bersyukurlah-pada-apa-saja.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

